Sabtu, 31 Januari 2009

Bank Syariah seperti kuya (kura-kura.red)

(mengangkat TOPIK TA penulis, yang telah penulis temukan dengan susah payah,hehe…)
Satu sisi, setelah munculnya Bank Syariah, konsumen Indonesia banyak yang tertarik dan membuka rekeningnya di Bank Syariah. Namun pada nyatanya, semenjak kemunculan Bank Syariah 10 tahun lalu, pertumbuhan Bank syariah terhitung lambat bak jalannya kuya, baik dari segi pertumbuhan nasabah maupun penyaluran kreditnya. Ini sangat berlawanan mengingat 80% penduduk Indonesia beragamakan Islam.
Apa yang salah dengan Bank Syariah? Kenapa konsumen Islam lebih tertarik untuk mengkonsumsi Bank umum dengan resiko riba yang jelas-jelas diharamkan dalam Islam?
Ada beberapa hal yang dapat menjadi jawabannya.. Bisa karena promosi Bank Syariah yang kurang menjangkau target market atau mungkin salesperson Bank Syariah yang kalah unggul dalam menawarkan jasa pinjamannya dibanding pesaing. Kemungkinan lainnya:
1. Kurang promosi lebih dekat ke pedesaan, sementara 60% dari masyarakat Islam Indonesia berada di pedesaan.
2. Promosi kurang menarik dan jelas.
3. Kurangnya pendirian cabang yang menyebabkan konsumen kurang aware, atau konsumen merasa malas untuk menabung di temapat yang jauh.
4. Penyediaan ATM yang minim.
5. Program promo yang kurang merambah.
6. Produk tidak dikemas dengan menarik.
7. Persepsi konsumen itu sendiri.
8. Atau hal lainnya yang tidak kita ketahui.
Beberapa Bank Syariah mulai yakin bahwa di tahun 2009 ini mereka akan (dan memang harus) mendapatkan kenaikan market share yang tadinya 2,08% menjadi 5%.
Saran seorang awam, Bank Syariah harus memberikan penjelasan pada masyarakat tentang manfaatnya, berikan promo-promo menarik untuk konsumen. Dan kalo memotret satu sisi kehidupan (kehidupan mahasiswa), biasanya mahasiswa menabung dalam jumlah kecil, yang jatuhnya biaya pajak lebih besar daripada bunga. Kalau pun mendapat bunga, itu adalah riba. Di Bank Syariah sendiri sitemnya bagi hasil, dan tanpa pajak (diatas nominal minimum) untuk tabungan, dan tanpa bunga untuk pinjaman, karena sistemnya Bank Syariah ikut andil dalam berbisnis, bukan meminjamkan, sehingga ada bagi hasil. Gak ada salahnya dilakukan promo besar-besaran, terutama untuk Bank Syariah murni (bukan merupakan product line dari Bank umum) seperti Bank Muamalat.
Disini, penulis mengangkat isu ini menjadi topik peneliatian untuk tugas akhir. Nah pembaca, tolong yah berikan opini kalian dan apapun yang kalian ketahui tentang Bank Syariah.
I’ll be very glad if you leave the comment. Thanks

MEGAWATI Ibu Rumah Tangga yang nekat…

Kali ini membahas hal yang cukup sensitive. Yupz,, gaung Megawati yang cukup menggelitik kaum orang intelek. Kita semua tau, tante Mega cukup kreatif dengan menyentuh “kemiskinan” untuk menjadi seorang presiden Indonesia. Beliau seolah, atau mungkin benar peduli terhadap kaum miskin, sehingga dalam promosi nya, ia menitikberatkan pada kepentingan orang miskin dengan tidak lupa melakukan pertentangan terhadap pemerintahan SBY. Kita tentu tau, belum lama ini tante Mega menyebut nya seperti poco-poco, seolah bergerak tetapi cuma maju mundur. Sekarang menyebutnya dengan yoyo, permainan anak kecil yang naik-turun seolah memutar-mutar rakyat. Hal ini dibalas dengan pantun SBY yang intelek. Disini aku tidak sedang mendukung siapa-siapa, bukan memperbandingkan semua calon presiden, tetapi hanya membandingkan kriteria orang intelek dengan ibu rumah tangga. Kita tau, tante Mega selalu saja mencari-cari kesalahan pemerintahan SBY. Memanas-manasi keadaan yang sedang panas, mencari celah masuk untuk merebut hati rakyat kecil yang sudah jelas jumlah terbanyak di Indonesia. Membodoh-bodohi rakyat yang memang sudah tidak peduli dengan apapun kecuali “PERUT”.
Ide brilliant!!!! Cara tepat merebut hati mayoritas. Tapi kepikir gak sih tante Mega dengan kemajuan Indonesia nantinya? Gimana cara untuk mempertahankan Indonesia dan menghilangkan hutang-hutang Indonesia? Apa yang terjadi jika presiden Indonesia adalah orang yang terobsesi dan hanya bisa memanas-manasi? Peduli terhadap khalayak memang sikap yang luhur, tetapi bukankah kepedulian itu bukan keegoisan? Sampai-sampai tidak mementingkan kemajuan negara..
Kita lihat frame yang lain, sementara tante Mega sibuk mencari hal yang dapat dia persalahakan, Bapak Presiden kita tetap bijak dan berwibawa. Yah, kalo periode depan Bapak Presiden kita gak terpilih, paling nggak presiden kita bukan” kompor”!!! Behave bu..
Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak sedang mendukung salah satu pihak, apalagi memaksakan seseorang memilih. Tapi hanya berpendapat. That’s it!
Dan satu hal untuk Indonesia, bukankah kita membutuhkan pemimpin yang bijak dan nggak malu-maluin? Selain perut, cobalah sedikit berfikir untuk masa depan anak cucu Indonesia. Pilihlah dengan kematangan pikiran. Keyz…

Mitos versus Logika

Pernah denger mitos gunting kuku malem-malem? Mitos duduk di mulut pintu? Atau mitos apapun yang kadang suka gak masuk akal. Ketika manusia dihadapkan pada persimpangan antara mitos dan logika, ada perang batin yang selalu aja berujung rancu.
Ada pendapat yang tetap keukeuh dengan logika nya, ada juga yang keukeuh dengan kepercayaannya pada mitos. Simple aja sebenernya, kenapa kita sebagai manusia gak ikut kedua ajaran tersebut? (ajaran mitos, dan ajaran logika). Kalo sebuah mitos melarang kita melakukan sesuatu, gak ada salahnya kita manut aja, gak rugi kok, tapi ikuti dengan logika. Cuma kalo mitos itu udah memenjarakan kebebasan kita, disini yang dibutuhkan adalah, pinter-pinter kitanya aja buat berlogika ria… jangan sampe masa depan kita terkurung sama mitos-mitos yang belum pernah terbukti secara ilmiah.

Selasa, 27 Januari 2009

Film: Madagascar 2 (Escape to Africa)

Suatu malam aku menghabiskan waktuku untuk berjalan-jalan, kali ini di perkotaan, tepatnya salah satu mall di kota Bandung. Aku tetap tidak merasakan feel yang hebat untuk sebuah hiburan di tempat-tempat seperti itu. Aku pun memutuskan untuk melihat jadwal film yang diputar di bioskop ternama di Bandung. Tapi sayang, semua film yang diputar udah aku tonton. Ketika aku memutuskan untuk pulang, mataku tertuju pada sebuah dagangan kaki lima yang menjual DVD film dan musik. Aku gak pernah masalah dengan “pembajakan” (paling nggak buat saat ini) karena aku memang merasa dimudahkan untuk mendapatkan DVD itu dengan harga yang murah. (Tapi soon, setelah aku berpenghasilan, mungkin aku akan lebih menghargai karya dan kekayaan intelektual orang lain).
Habatnya, para pembajak itu selalu saja jauh lebih cepat dibandingkan bioskop-bioskop Indonesia. Terang saja, konsumen gak pernah berhenti mendukung aksi pembajakan ini. Hemh, untuk saat ini juga aku cuma bisa ikut-ikut komentar aja, tanpa bertindak apa-apa.
Langsung saja aku membeli sekitar 10 keping DVD dengan harga Cuma 6000 rupiah per keping, “Madagascar 2” salah satunya. Kalian udah pernah nonton Madagascar 1 kan tentunya. Di film nya yang pertama menceritakan sebuah kebun binatang di New York dengan Alex sang Singa bintang andalannya. Dia bersahabat dengan seekor Zebra (Marthy), Kuda Nil betina (Gloria), dan Jerapah (Melman).
Karena ide dari 4ekor penguin “nakal” yang merencanakan kabur dari kebun binatang itu untuk menemukan “alam liar” mereka sendiri yaitu di Antartika, Marthy pun terobsesi utnuk pergi dan mencari alam liarnya sendiri. Ia sempat mengajak ketigasahabatnya itu, tetapi malah mendapat resopn yang buruk sehinnga Marthy memutuskan untuk kabur sendiri. Ketika sahabatnya menyadari kepergiannya, ketiga Alex, Gloria, dan Melman pun menyusul mereka dan terjadi kekacauan. Dan akhirnya mereka dikirim kesuatu tempat.
Belum sempat tiba di tempatnya, mereka malah terdampar disuatu pulau yang gak mereka ketahui. Mereka terlantar, kecuali Marthy yang malah merasa bahagia, dan yang paling menderita adalah Alex, dia tidak lagi menjadi raja dan mendapatkan daging lemaknya yang lezat, yang selalu dihidangkan setiap jam makannya.
Cukup lama disana, Alex pun kelaparan dan selalu hampir memakan sahabatnya. Sehingga diapun mengucilkan dirinya. Perjuangannya berat sekali untuk menahan hasrat perutnya. Intinya persahabatan mereka telah membuat Alex “lebih berbesar hati daripada berbesar perut”. Dan sahabat itu adalah selalu ada menemani kita meskipun kita dalam keadaan buruk.
Di Madagascar 2 ini perpecahan terjadi lagi. Tetapi bukan karena kemarahan Alex pada Marthy, melainkan karena mereka terdampar dalam perjalannya dan membuat Alex berbeda pendapat dengan mereka.
Alex menemukan jati dirinya dan orang tuanya. Dia memang tidak pernah menjadi seekor singa yang seharusanya, dia begitu lembut dn periang. Orang tuanya menginginkan Alex berubah karena sangat kecewa dengan keadaan Alex. Tetapi justru dengan sifatnya itu Alex bisa menyelamatkan orangtua beserta rakyatnya dari kelicikan manusia dan seekor singa lain yang licik. Akhirnya Alex pun menjadi sang raja di Afrika, tak lagi di kebun binatang New York.
Film nya sangat menyenagkan, cukup berkualitas untuk di tonton anak-anak kecil. Pesan yang dapat diambil pun cukup mendidik.
Kesabaran, kethulusan, dan apa adanya bisa diandalkan untuk menyikapi setiap masalah. Dan selain itu kita harus mampu menerima orang lain apa adanya, karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan kita jangan pernah memaksa orang lain untuk menjadi apa yang kita mau. “terutama buat para orang tua yang otoriter, berubahlah, jangan paksa mereka untuk menjalani kehidupan yang gak mereka inginkan, tapi biarkan dia mencari kehidupannya sendiri selama itu baik.
Well all, kalo kamu belum nonton, tonton lah,, lumayan kok.

Rabu, 14 Januari 2009

Tugas Akhir

(sebuah kegilaan dari jeritan hati yang sedang gundah)

Tugas Akhir emang tak akan lekang dari tiap-tiap orang yang menjajal bangku perkuliahan umumnya Diploma.
aih.... tak kira dan tak sangka,, aku sampai juga di titik akhir dari sebuah perkuliahan diploma untuk melanjutkan titik baru di dunia kerja ataupun ekstensi, yaitu pembuatan tugas akhir yang akan dilanjutkan sidang dan wisuda,,, hope so..

dan 1 teori yang aku temukan saat ini adalah,,,hal yang paling sulit adalah hal yang paling simple, apalagi kalau bukan topik.. bukan topik anaknya pak Herman, ato topik yang suka mangkal di bibir jalan supratman...

topik yang akan menjadi ide pokok dari keseluruhan TA. aku sudah mengerahkan segala daya dan upaya (leb..leb..leb...lebaaaayyyy) untuk menemukan sebuah "topik" yang mengahantui hari dan malamku.

Terserah mau percaya atau tidak pada saran seorang aku yang masih belum bisa menemukan topik yang PAS,,
tapi yah... why not?! baca aja, gak rugi-rugi amat, cuz rugi nya cuma 1,, buang-buang waktu..hehe

1. Banyak membuka wawasan dengan memperhatikan keadaan lingkungan kita, majalah, koran, TV, web, blog, buku, obrolan orang, apapun lah yang mengandung sumber informasi

2. banyak jalan-jalan, biar gak kuper, jadi intinya tau lebih banyak hal yang baru dan booming mmm... intinya wawasan...

3. jangan menganggap itu suatu momok yang menakutkan,,,

4. kuatkan mental, karena walaupun kamu udah nemuin Topik dengan informasi yang melimpah ruah,, kemungkinan di TOLAK tetap ada... pintar-pintar lah bernegosiasi