Selasa, 27 Januari 2009

Film: Madagascar 2 (Escape to Africa)

Suatu malam aku menghabiskan waktuku untuk berjalan-jalan, kali ini di perkotaan, tepatnya salah satu mall di kota Bandung. Aku tetap tidak merasakan feel yang hebat untuk sebuah hiburan di tempat-tempat seperti itu. Aku pun memutuskan untuk melihat jadwal film yang diputar di bioskop ternama di Bandung. Tapi sayang, semua film yang diputar udah aku tonton. Ketika aku memutuskan untuk pulang, mataku tertuju pada sebuah dagangan kaki lima yang menjual DVD film dan musik. Aku gak pernah masalah dengan “pembajakan” (paling nggak buat saat ini) karena aku memang merasa dimudahkan untuk mendapatkan DVD itu dengan harga yang murah. (Tapi soon, setelah aku berpenghasilan, mungkin aku akan lebih menghargai karya dan kekayaan intelektual orang lain).
Habatnya, para pembajak itu selalu saja jauh lebih cepat dibandingkan bioskop-bioskop Indonesia. Terang saja, konsumen gak pernah berhenti mendukung aksi pembajakan ini. Hemh, untuk saat ini juga aku cuma bisa ikut-ikut komentar aja, tanpa bertindak apa-apa.
Langsung saja aku membeli sekitar 10 keping DVD dengan harga Cuma 6000 rupiah per keping, “Madagascar 2” salah satunya. Kalian udah pernah nonton Madagascar 1 kan tentunya. Di film nya yang pertama menceritakan sebuah kebun binatang di New York dengan Alex sang Singa bintang andalannya. Dia bersahabat dengan seekor Zebra (Marthy), Kuda Nil betina (Gloria), dan Jerapah (Melman).
Karena ide dari 4ekor penguin “nakal” yang merencanakan kabur dari kebun binatang itu untuk menemukan “alam liar” mereka sendiri yaitu di Antartika, Marthy pun terobsesi utnuk pergi dan mencari alam liarnya sendiri. Ia sempat mengajak ketigasahabatnya itu, tetapi malah mendapat resopn yang buruk sehinnga Marthy memutuskan untuk kabur sendiri. Ketika sahabatnya menyadari kepergiannya, ketiga Alex, Gloria, dan Melman pun menyusul mereka dan terjadi kekacauan. Dan akhirnya mereka dikirim kesuatu tempat.
Belum sempat tiba di tempatnya, mereka malah terdampar disuatu pulau yang gak mereka ketahui. Mereka terlantar, kecuali Marthy yang malah merasa bahagia, dan yang paling menderita adalah Alex, dia tidak lagi menjadi raja dan mendapatkan daging lemaknya yang lezat, yang selalu dihidangkan setiap jam makannya.
Cukup lama disana, Alex pun kelaparan dan selalu hampir memakan sahabatnya. Sehingga diapun mengucilkan dirinya. Perjuangannya berat sekali untuk menahan hasrat perutnya. Intinya persahabatan mereka telah membuat Alex “lebih berbesar hati daripada berbesar perut”. Dan sahabat itu adalah selalu ada menemani kita meskipun kita dalam keadaan buruk.
Di Madagascar 2 ini perpecahan terjadi lagi. Tetapi bukan karena kemarahan Alex pada Marthy, melainkan karena mereka terdampar dalam perjalannya dan membuat Alex berbeda pendapat dengan mereka.
Alex menemukan jati dirinya dan orang tuanya. Dia memang tidak pernah menjadi seekor singa yang seharusanya, dia begitu lembut dn periang. Orang tuanya menginginkan Alex berubah karena sangat kecewa dengan keadaan Alex. Tetapi justru dengan sifatnya itu Alex bisa menyelamatkan orangtua beserta rakyatnya dari kelicikan manusia dan seekor singa lain yang licik. Akhirnya Alex pun menjadi sang raja di Afrika, tak lagi di kebun binatang New York.
Film nya sangat menyenagkan, cukup berkualitas untuk di tonton anak-anak kecil. Pesan yang dapat diambil pun cukup mendidik.
Kesabaran, kethulusan, dan apa adanya bisa diandalkan untuk menyikapi setiap masalah. Dan selain itu kita harus mampu menerima orang lain apa adanya, karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan kita jangan pernah memaksa orang lain untuk menjadi apa yang kita mau. “terutama buat para orang tua yang otoriter, berubahlah, jangan paksa mereka untuk menjalani kehidupan yang gak mereka inginkan, tapi biarkan dia mencari kehidupannya sendiri selama itu baik.
Well all, kalo kamu belum nonton, tonton lah,, lumayan kok.

1 komentar: