Sabtu, 31 Januari 2009

Mitos versus Logika

Pernah denger mitos gunting kuku malem-malem? Mitos duduk di mulut pintu? Atau mitos apapun yang kadang suka gak masuk akal. Ketika manusia dihadapkan pada persimpangan antara mitos dan logika, ada perang batin yang selalu aja berujung rancu.
Ada pendapat yang tetap keukeuh dengan logika nya, ada juga yang keukeuh dengan kepercayaannya pada mitos. Simple aja sebenernya, kenapa kita sebagai manusia gak ikut kedua ajaran tersebut? (ajaran mitos, dan ajaran logika). Kalo sebuah mitos melarang kita melakukan sesuatu, gak ada salahnya kita manut aja, gak rugi kok, tapi ikuti dengan logika. Cuma kalo mitos itu udah memenjarakan kebebasan kita, disini yang dibutuhkan adalah, pinter-pinter kitanya aja buat berlogika ria… jangan sampe masa depan kita terkurung sama mitos-mitos yang belum pernah terbukti secara ilmiah.

2 komentar:

  1. Beberapa mitos di daerah tertentu memang mengandung "local wisdom", jadi patut kita hormati. Tetapi Tuhan menganugerahi kita dengan akal pikiran yang harus kita manfaatkan untuk kebaikan semua. Caranya? Selalu bersandarkan pada logika. Karena berdasarkan logikalah umat, manusia bisa maju seperti sekarang ini.

    BalasHapus
  2. Mitos-mitos di daerah (khususnya Sunda) memang banyak sekali dan sudah diwariskan sejak lama. Jika dilihat dari perspektif pemasaran, apa ya yang kira-kira bisa kita olah sehingga menjadi "something" yang potensial??

    BalasHapus