Rabu, 14 Januari 2009

Tugas Akhir

(sebuah kegilaan dari jeritan hati yang sedang gundah)

Tugas Akhir emang tak akan lekang dari tiap-tiap orang yang menjajal bangku perkuliahan umumnya Diploma.
aih.... tak kira dan tak sangka,, aku sampai juga di titik akhir dari sebuah perkuliahan diploma untuk melanjutkan titik baru di dunia kerja ataupun ekstensi, yaitu pembuatan tugas akhir yang akan dilanjutkan sidang dan wisuda,,, hope so..

dan 1 teori yang aku temukan saat ini adalah,,,hal yang paling sulit adalah hal yang paling simple, apalagi kalau bukan topik.. bukan topik anaknya pak Herman, ato topik yang suka mangkal di bibir jalan supratman...

topik yang akan menjadi ide pokok dari keseluruhan TA. aku sudah mengerahkan segala daya dan upaya (leb..leb..leb...lebaaaayyyy) untuk menemukan sebuah "topik" yang mengahantui hari dan malamku.

Terserah mau percaya atau tidak pada saran seorang aku yang masih belum bisa menemukan topik yang PAS,,
tapi yah... why not?! baca aja, gak rugi-rugi amat, cuz rugi nya cuma 1,, buang-buang waktu..hehe

1. Banyak membuka wawasan dengan memperhatikan keadaan lingkungan kita, majalah, koran, TV, web, blog, buku, obrolan orang, apapun lah yang mengandung sumber informasi

2. banyak jalan-jalan, biar gak kuper, jadi intinya tau lebih banyak hal yang baru dan booming mmm... intinya wawasan...

3. jangan menganggap itu suatu momok yang menakutkan,,,

4. kuatkan mental, karena walaupun kamu udah nemuin Topik dengan informasi yang melimpah ruah,, kemungkinan di TOLAK tetap ada... pintar-pintar lah bernegosiasi

3 komentar:

  1. Wah, sedang TA ya??
    gunakan waktu sebaik-baiknya!!!!!!!
    Mungkin itu saran SAYA sebagai seorang ALUMNI polban...
    Kalau kamu perlu masukan silahkan hubungi saya, nanti saya bantu dengan artikel yang dpat menunjang TA kamu...

    Tulisanmu bagus, keep writing ya..
    saya tunggu cerita berikutnya!!

    Oh ya, coba kamu link blog saya, dan jadi PENGIKUT SAYA, biar saya bisa langsung link ke kamu jga, tidak perlu manual maksudnya...

    BalasHapus
  2. Sosok pembimbing juga menurut saya sangat menentukan. Ingat karakter dosenkan beda-beda, ada yang suka diperlakukan seperti raja alias otoriter dan sedikit anti kritik, ada juga yang suka dijadikan sebagai sparing pathner (mudah-mudahan nulisnya bener) alias suka dialog dan egaliter.

    Tapi positif thinking aja, walau bagaimanapun, pembimbing kita adalah beliau yang akhirnya akan kita berikan kata terimakasih juga di lembar KATA PENGANTAR bukan??.

    BalasHapus
  3. Rasa jeritan hati seperti ini selalu dilontarkan dari tahun ke tahun. Dan semua orang yang pernah melontarkannya at the end of the day bisa survive. Saya yakin kamu juga.

    BalasHapus